Selasa, 10 Mei 2011

PENUNTUN DALAM MEMIMPIN UPACARA YADNYA

PENUNTUN DALAM MEMIMPIN UPACARA YADNYA

1.      Makna Mantra/Doa
Mantra atau doa sesungguhnya tidak lain ucapan dari keinginan manusia yang ditujukan kepada Hyang Widhi atau Ida Bhatara. Bahasa yang dipakai untuk menyampaikan keinginan itu, bisa dengan bahasa Bali (sehe), bahasa Kawi dan bahasa Sanskerta. Doa yang memakai bahasa Sanskerta sering disebut mantra. Sedangkan yang memakai bahasa Bali dan Kawi sering disebut sehe atau sesontengan. Jika memakai bahasa sanskerta cara mengucapkan dengan menyanyi (seronca atau sruti), sedangkan jika doa dengan bahasa Kawi maka ucapannya dengan menggunakan palawakia, dan jika berdoa dengan menggunakan bahasa Bali maka ucapannya seperti berkomunikasi biasa dengan orang yang lebih tinggi (bahasa halus).
Masalah bahasa yang dipakai dalam berdoa sesungguhnya tidaklah merupakan masalah, karena Hyang Widhi atau Ida Bhatara adalah Maha Tahu, Maha Pengasih, Maha Sakti dan Maha Bijaksana. Yang terpenting sesungguhnya dalam berdoa itu hendaknya ucapan (doa) itu dilandasi dan didorong oleh keyakinan (sraddha) yang kuat, kesucian pikiran (lascarya) dan pasrah. Namun dalam rangka menyamakan persepsi serta peningkatan pengetahuan pemangku maka dalam berdoa itu perlu menggunakan mantra-mantra atau bahasa Sanskerta, sehingga agama Hindu itu universal tanpa menghilangkan konsep desa kala patra.
Mantra dalam konteks agama Hindu dikaitkan dengan penggunaannya dalam upacara agama adalah untuk memuja Ida Hyang Widhi dengan segala manifestasinya. Dalam kaitan ini maka mantra adalah ucapan yang merupakan rumus-rumus yang trdiri atas suatu rangkaian kata-kata gaib yang dianggap mengandung kekuatan atau kesaktian untuk mencapai secara otomatis apa yang dikehendaki oleh manusia. Mantra itu sering kata-katanya tidak dimengerti oleh sebagian besar orang dalam masyarakat. Justru disitulah memberikan nilai magis atau suasana kramat dan gaib, misalnya kata AUM atau Om  atau Ong.
Om atau Ongkara adalah prenawa, yaitu simbol kehidupan. Dalam mantra om dianggap mempunyai kekuatan gaib. Kata Om dimaksudkan widyasakti dari Hyang Widhi yang merupakan dari unsur-unsur Tri Sakti yakni kesaktian untuk menciptakan disimbolkan dalam hurup atau ucapan Ang, kesaktian untuk memelihara atau menghidupkan disimbolkan dalam ucapan Ung, dan kesaktian untuk mengembalikan semua ciptaannya ke asalnya (pralina) diwujudkan dalam simbol ucapan atau hurup Mang. Gabungan ketiga bunyi inilah (Ang, Ung, Mang) berubah menjadi Om  atau  Ongkara.  Ongkara  adalah pranawa atau Bija Mantra dalam setiap doa atau mantra. Artinya setia memulai mengucapkan bait mantra, selalu didahului dengan Om.
Rumus-rumus itu mengandung suasana sakral dan mempunyai kesaktian karena isinya, serta sifat sakral atau kekuasaan magis dari orang yang memakainya dan karena bahasa yang dipakai dalam mengucapkannya. Kegunaan mantra adalah untuk menurunkan dewa atau Ida Bhatara ke dalam bentuknya yang sekala niskala. Menurut praktek yoga, untuk menurunkan Hyang Widhi ke dalam bentuk skala-niskala ke dalam hati seorang yogi menggunakan sarana-sarana yang dapat disentuh oleh panca indera, seperti pujian-pujian (stuti atau stawa) persembahan berupa bunga (puspanjali), gerak tangan yang mempunyai arti mistik (mudra), suka kata atau rumus-rumus sakral (mantra). Ini semua merupakan alat atau sarana untuk mengadakan kontak dengan Hyang Widhi yang niskala, sekaligus juga merupakan wadah Hyang Widhi bersemayam. Hyang Widhi turun ke dalam harumnya bau bunga, yang melambangkan kesucian pikiran si pemuja, ke dalam kata-kata atau suku kata dalam bentuk mantra yang melambangkan kesucian perkataan si pemuja, dan dalam bentuk lagu yang dilantumkan oleh si pemuja atau dalam bentuk syair dari si penyair. Dengan demikian Tri Kaya Parisudha seharusnya sudah tersirat dan tersurat dalam setiap perlaku dan tindakan pemangku sebagai pemimpin upacara. Pemilihan bunga sebagai sarana pemujaan hendaknya bunga yang harum dengan warna sesuai dengan simbol warna dewa yang dipuja atau yang diharapkan hadir dalam upacara tersebut seperti bunga putih untuk Dewa Siwa, bunga merah untuk Brahma, bunga kuning untuk Dewa Mahadewa, bunga biru untuk Bhatara Wisnu dan kalpika atau bunga campuran untuk bhatara Siwa atau semua dewa. Sangatlah kurang baik jika memuja memakai bunga tidak harum dengan warna yang tidak sesuai.
Pemikiran-pemikiran yang demikian yang mendasari penggunaan mantra adalah dalam mengantarkan persajian atau dalam ngawekasang persembahan sang Yajamana kepada Hyang Widhi atau Ida Bhatara. Dengan pemahaman ini diharapkan para pemangku tidak ragu-ragu menggunakan mantra. Suatu mantra dilandasi oleh keyakinan yang kuat tidak akan mancapai tujuannya.
2.      Langkah-langkah dalam Memimpin atau Ngawekasan Yadnya
            Mempersiapkan Peralatan Nunas Tirtha
a.       Sangku atau sibuh atau payuk tempat tirta. Bila upacara itu agak besar agar disiapkan dua tempat tirta. Bila upacara kecil atau rerahinan biasa cukup satu tempat tirta.
b.      Bija (aksata) dan ganda (air cendana) masing-masing satu tempat ditaruh berdekatan. Bija adalah lambang benih. Bija hendaknya dicampur dengan air cendana agar harum. Kumara dalam mantra yang menyertai kata aksata (Om Kumara aksata ya namah swaha) adalah anak Dewa Siwa. Dengan demikian bija adalah simbol Dewa Siwa  sendiri. Gandha, atau bau-bauan yang harum adalah simbol amrtha (lambang kehidupan abadi). Dalam mantra gandha dihubungkan dengan Siwa sebagai Iswara.
c.       Puspa, adalah simbol suguhan, juga sebagai perwujudan perasaan manusia yang dapat mendatangkan kepuasaan. Kembang atau puspa juga merupakan lambang dewa Siwa yang niskala, khususnya berupa bau yang keluar dari puspa itu. Karena itu usahakan bunga yang dipakai dipilih dari bunga-bunga yang berbau harum. Sebab bau juga melambangkan kesuciaan manah manusia, makin harum bunga yang dipakai maka makin suci pikiran kita. Alangkah baiknya jika dilengkapi dengan kalpika. Karena kalpika merupakan lambang Tri Murti.
d.      Pasepan. Api dengan asapnya yang harum (harus mengharumkannya dipakai kemenyan  atau kayu cendana, atau kayu majegau) melambangkan akasa. Pasepan juga sebagai pengantar upacara, yang menghubungkan manusia dengan Ida Bhatara. Api atau Dewa Agni adalah dewa yang mengusir raksasa dan membakar habis semua mala, ia juga merupakan dewa pemimpin upacara menurut kitab Weda. Karena itu setiap upacara yadnya selalu ada pasepan atau api, atau berupa dupa.
e.       Sirat toya (yang dibuat dari seetmimang) besarnya sesuai dengan kebutuhan.
f.       Siwowista (dibuat untuk tempat tirta, untuk diri sendiri, untuk bajra bila memakai bajra) adalah simbol penydhamala sahaning leteh.
g.      Dulang, tempat menaruh semua peraltan pemangku ini, di atas dulang di alasi kapar.
h.      Ghanta (bajra), bila memakai. Ghanta (simbol sumber bindhu nada (Hyang Widhi sendiri). Juga sebagai sarana untuk memudahkan untuk memanggil ida Bhatara untuk hadir dalam upacara itu. Sekaligus juga sebagai sarana untuk memudahkan pemusatan pikiran karena dituntun oleh getaran suara nada dari ghanta ini.
i.        Dalam rangka nunas tirtha dihadapan pemangku hendaknya disediakan daksina sebagai tempat linggih ida bhatara. Bila tidak ada daksina juga dipakai kain putih kuning (rantasan putih kuning) dilengkapi dengan canang sari, burat wangi dan canang pesucenan dan sesarin banten.
            Langkah untuk Memimpin atau Ngawekasan yadnya
a.       Penyucian diri
b.      Penyucian peralatan upacara pemangku
c.       Nunas panugrahan ida bhatara
d.      Nunas tirta pengelukatan banten
e.       Ngelukat diri
f.       Penyucian eteh-eteh pangeresikan yang telah disiapkan
g.      Ngemargiang pangeresikan banten muah pelinggih Ida Bhatara
h.      Ngelinggihang Ida Bhatara
i.        Ngayabang aturan /banten dengan urutan sebagai berikut:
1)      Surya
2)      Sor Surya
3)      Lebuh
4)      Banten piodalan (ring ajeng) Ida Bhatara
5)      Sor (segehan)
6)      Pelinggih sami
j.        Persembahyangan bersama (mebakti)
1)      tanpa serana sekar miwah puyung
2)      sekar putih ring Siwa Raditya
3)      kwangen bhatara Samodaya
4)      Kwangen nunas panugarahan
5)      Tanpa serana sekar (Dewa Suksma)

Dibawah ini satu persatu dari langkah-langkah di atas akan diuraikan.

A. menyucikan Diri
Perbuatan pembersihan diri meliputi:
a.        Sabda, bayu, idep, merupakan tiga aspek yang harus disakralkan (disucikan) penyucian idep melalui mantra utpathi, dan sthiti yaitu proses menghayalkan dan pemusatan pikiran kepada Ida Bhatara.
b.       Pengisian/penyucian diri dengan melakukan pranayama, memohon perlindungan kepada Hyang Widhi.
Proses penyucian diri ini dimulai dari mengambil tempat duduk. Bentuk penyucian diri ini berupa beberapa sikap tangan dan disertai dengan mengucapkan mantra-mantra sesuai dengan tujuannya dengan urutan-urutan sebagai berikut:
1)      Mencaci tangan dengan air Ma: Om hrahphat astra ya namah
2)      Berkumur        : Om Um  hrahphat astra ya namah
3)      Masila pened   : Om Padmasana ya namah swaha
4)      Pranayama       : a.Puraka        : Om Am namah (mengisap udara)
  b.Kumbhaka : Om, Um namah (menahan nafas)
  c.Rechaka  :  Om Mam Namah (mengeluarkan nafas)
                        Om Um phat astra ya namah
                        Atma tattwama suddhamam swaha
                        Om ksama sampurna ya namah swaha
5)      Ngastiti mantra: Om Sa Ba Ta A I NA MA SI WA YA AM UM MAM
6)      Mantrani sarira (mensakralkan badan: Om prasaddha sthiti sarira Siwa suci nirmala ya namah swaha.
7)      Penyucian angga sarira: Om Siwa, Sada Siwa, Parama Siwa ring bayu sabda idep suddha nirmala ya namah swaha.
8)      Ngleng patitis kayun : Om sah sapariyoga ya namah swaha
9)      Ngili atma (mempertemukan atma dengan Siwa): Om Siwa, amrtha ya namah. Om Sada Siwa amrtha ya namah. Om parama Siwa amrtha ya namah.

B. Nunas Pangarahan
1. Ring Bethara Siwa (sarana bunga putih)
Om awignam astu nama siddham. Nian panugrahan sarana toya raup akna.
Om, Am, Um, Mam, Siwa, Sada Siwa, Parama Siwa ring bayu sabda idep suddhanta nirwignam ya namah
Om siddhi swaha ya namah
Idep dewa Siwa malingga ring baunta tengen, Dewa Sada Siwa malingga ring baunta kiwa. Dewa Parama Siwa mungguh ring siwadwaranta, pada nyuksma ring raga sariranta kabeh, tunggal sira. Apupul kabeh, umungguh tungtunging papusuh. (sekar sumpangang ring tengahing lelata mwah ubun-ubun, mwah ungkur destar)
2.  Nunas Panugrahan ring Bhatara Hyang Guru:
Pakulun SangHyang Guru Reka, SangHyang Kawiswara, SangHyang Saraswati, Ginalina sung nugraha solah ulun ing kawenang. Lampah tan wigna paripurna yanamah swaha Om Am Um Mam.
     3.  Nunas Panugrahan ring Bathara Tiga Sakti
Pakulun Padukuh Bethara Durga, paduka bhatara, guru, paduka bhatara Brahma, anyusup ring adnyaning hening. Bhatara Durga malinggih ring bongkol lidah hulun, bhatara guru malinggih ring madyaning lidah hulu, bathara Brahma malinggih ring pucuking lidah hulun. Om Tri Lingga jumeneng neneng. Om Am Um, Am Um, Am Um Am Ah.

C. Menyucikan Peralatan atau Sarana Pemujaan
1.  Ngamertani (membersihkan) sekar: (tangan mengambil bunga dengan sikap angranasika). Ma.
      Om Siwa Sampurna ya namah (sekar ditaruh kembali)
2. Ngamertani bungan asep/kemenyan/dupa (sikap, tangan memegang dupa/bungan asep/kemenyan sambil angrasika), Ma:
Om dhupam astra ya namah.
Om ragnir-ragnir jiotir-jiotir ya namah swaha
3.  Mantrani pasepan yang sudah menyala, Ma
Om Am Brhma amertha dipata ya namah
Om Um Wisnu amrtha ya namah
Om Mang lingga Purusa dipata ya namah
4.  Angisep sarining kukus arum (tangan diasapi kemudian diraupkan ke muka) tiga kali. Ma:
Om Am Brahma amrtha dipata ya namah
Om Um Wisnu amrtha dipata ya namah
Om Mang Lingga Purusa dipata ya namah


5.Ngastiti Mantra
      Ngalinggihang Hyang Widhi dalam manifestasinya, berupa dasa aksara. Pikiran dipusatkan dan seolah-olah Ida Bhatara turun dari akasa dan malingga di prahyangan atau daksina ajeng pemangku dan berkenan memberikan panugrahan air suci yang kita mohon dengan mengucapkan bait-bait mantra. Sikap tangan angranasika. Sarana sekar putih. Ma:
Om anantasana ya namah. Om padmasana ya namah.
Om, I Ba Sa Ta, A. Om Ya, Na, Ma, Si, Wa
Om Mang, Um, Ang Namah (Upatthi)
Om, Sa, Ba, Ta, A, I.  Om, Na, Ma, Si, Wa, Ya
Om, Am, Um, Mang. (sthiti)
(Sekare peletikang ke ajeng)
     
C. Nunas Tirta
a.       Jika pemangku tidak memakai ghanta, maka sikap kedua tangan angransika sambil memegang bunga. Pandangan dan pikiran dipusatkan kepada bunga yang merupakan simbul Hyang Widhi/Idha Bhatara yang kita mohoni tirtha.
b.      Jika pemangku memakai ghanta, tangan kiri memegang ghanta tangan kanan memegang bunga dengan sikap angransika, tangan kanan yang memegang bunga setinggi hulu hati, demikian juga posisi ghanta setinggi hulu hati.
c.       Sebelum mengucapkan mantra bunga yang dipakai sebagai sarana mohon tirta setiap kali memakainya hendaknya dicelupkan dulu ke dalam air cendan (gandha) agar harum baru tangan angranasika. Dan setiap selesai mengucapkan bait-bait mantra sesuai dengan nama jenis mantranya, bunga selalu dimasukkan ke dalam sangku yang berisi titha (air) sebagai simbolis bahwa beliau (Ida Bhatara) telah mengubah air itu menjadi tirtha yang kita inginkan.
Dari seluruh kegiatan pemujaan, memohon air suci (tirtha) merpakan proses yang amat penting. Tirtha merupakan produk terakhir dari suatu pemujaan. Tirtha dipandang sebagai air suci yang mengandung tuah kekuatan yang berasal dari Ida Bhatara, yang memberikan perasaan bersih dan terlindung serta kebahagiaan bagi yang memohonnya. Juga yang mampu menghilangkan segala mala atau kotoran yang melekat pada semua peralatan upacara. Cara memohonnya dengan menggunakan sarana bunga yang telah dicelupkan ke dalam air cendana, bija dan kemudian diasapi. Selanjutnya disertai dengan mengucapkan bait-bait mantra sesuai dengan tujuan. Setiap selesai mengucapkan bait-bait mantra bunga kemudian dimasukkan ke dalam sangku atau payuk tirtha. Demikian seterusnya sampai semua bait mantra selesai diucapkan sesuai dengan tujuan permohonan air suci itu. Proses mohon tirtha itu sesuai dengan urutan mantra di bawah ini.

Proses nunas tirtha di mulai dari
1.      Ngambil kalpika, sikap angranasika. Astra Mantra
Om rahphat astra ya namah. Atma tattwama suddham swaha
Om ksama sampurna ya namah
Om sripasupataye Um phat
Om sriyam bhawantu,
Om sukham bhawantu,
Om purnam bhawantu ya namo namah swaha
(sekare ranjingang ke sangku)
Penjelasan: Mantra di atas (no. 1) Astra Mantra. Pada halaman-halaman berikutnya mantra ini sering dipergunakan pada saat maketis atau menyucikan peralatan upacara. Untuk selanjutnya akan ditulis nama mantranya saja. Yang dimaksud adalah mantra di atas.
2.      Puja mantra pangider bhuwana (nunas tirtha ring idha bhatara ngider bhuwana)
Om Iswara purwa bajrantu. Dupa agnya mahesora
       Danda Brahma daksinanca. Nirityam Rudra Muksalam
Om pascimantu Mahadewa. Wabhyan angkus Sangkara
       Cakra Wisnu Utaram desa. Ersanya Sambhu Tri Sulam
Om padma madya Siwam dewa. Taya Sada Siwa
       Stata urdhaparam Siwasca. Sarwa dewata uciate
            (sekare ranjingang ke sangku).
*Jangkep lan dewinya
Om Iswara Uma dewisca. Mahesora Laksmi dewi
         Brahma Saraswati dewi. Rudra Santani Dewi
Om  Mahedewa Saci dewi. Sangkara Warahi dewi
         Wisnu  bhatara Sri dewi. Sambhu dewa Uma dewisca
Om  padma madya Sawitri Gaytri Uma. Tattwa Mahadewisca
Om Am, Um, Am Um, Am Um,.
Om Sri dewi Sangkara swaha
3.      Sirat tirta ke ajeng sebanyak baris mantra
Om pang padya ya namah. Om am argha dwaya ya namah
Om yam jiwa suddha ya namah. Om cam camanya ya namah
Om grim Siwa griwaya namah. Om dewa bathara sampurna ya namah. Om toyam gangga pawitrani ya  namah
4.      Sangkepi dengan gandha, aksata dan dupham. Masukan semua unsur tersebut ke dalam sangku. Ma:
Om Sri Gandhaswari byo amertha namah swaha
Om kum Kumara wija ya namah. Om puspa dantha ya namah
Om Dupham samar payami ya namah
5.      Pranayama. Heningkan pikiran dan pusatkan kepada Hyang Widhi (ida Bhatara Susuhunan di Parhyangan. Ma:
Om Am namah (menarik nafas). Om Um namah (menahan nafas). Om Mam Namah (mngeluarkan nafas).
6.      Sirat ring kunda rashsya (ubun-ubun. Ma:
Om Am Siwa amertha ya namah. Om Am sada Siwa amertha ya namah . Om Am parama Siwa amrtha ya namah
Om Am Ksama sampurna ya namah.
7.      Sirat tirtha ke ajeng: astra mantra, lan sangkepi
8.      Sangkepi dengan gandha, akasata dan dupham. Masukan semua unsur tersebut ke dalam sangku. Ma:
Om Sri gandhaswari byo amertha namah swaha
Om Kum Kumara wija ya namah. Om puspa dantha ya namah
Om Dupham samar payamai ya namah
Lanjut mengambil ghanta
(apabila pemangku menggunakan ghanta dalam memuja). Seblum memulai membunyikan gantha maka tahap-tahap di bawah ini haru diikuti, tetapi apabila tidak memakai gantha mantra no. 9 dengan no. 16 di bawah ini tidak perlu diikuti.
9.      Memasang sirowista pada ghanda. Sirati tirtha sirowista. Ma: Om dewa pratistha ya namah swaha
10.  Mensucikan sirowista. Ma:
Om mejung wausat Siwaya sampurna ya namah swaha
Om rim kawaca ya namah (sirowista pasang ring gentha)
11.  Ambil ghanta lan ketisin tirtha. Ma:
Om dewa prathista ya namah swaha
12.  Ghanta di asapi. Ma:
Om Am dhupa astra ya namah
13.  Ngastawa ghanta (mensucikan ghanta). Tangan kiri memegang ghanta, tangan kanan memegang kalpika. Pikiran dipusatkan pada ghanta. Ngastitiyang mangda Ida Bhatara tedun tur malingga ring bajra , muah suaran bajra. Suaran bajra silih sinunggil nyasa Hyang Widdhi marupa windu nada. Ma:
Om Omkarah Sada Siwa sthah. Jagat natha hitangkarah
            Abihiwade wadaniyah. Ghanta sabda praksyate
Ghanta sabdda maha srethah. Om karah parikertitah
            Candrardha bindu nadantam. Spulingga Siwa tattwanca
Om ghantayur pujyate dewah. Abhawya bhawya karmesu
            Waradah labda sandheyah. Wara siddhir nursangsayam
Selesai mengucapkan mantra di atas peletik pelit ghanta ping 3. setiap selesai meletik pelit ghanta, tangan kanan di putar tiga kali mengitari ghanta dengan mengikuti arah jarum jam, perilaku ini mewujudkan atau menstanakan Hyang Widhi dalam wujud Tri Aksara dalam suara nada ghanta, sekaligus menuntun pemusatan pikiran kita kepada Hyang Widhi untuk memberikan berkah kepada air suci (tirtha) yang kita yang kita mohon kepada Ida Bhatara. Ma.:
Peletik ping 1: Am. Peletik ping 2:  UM. Peletik ping 3 : Mam
Setiap selesai putaran sentuhkan bunga yang ada pada tangan kanan pada ujung ghanta sebagai simbolis menstanakan Ida Bhatara pada ghanta.
14.  Membunyikan ghanta. Ma:
Om tam tat purusa ya namah
Om Bam Bamadewa ya namah
Om Am Agora ya namah
Om Sam sadia ya namah
Om rengkayase sirase ya namah
Om Bhur bhwah swah jwalini ya namah
Om rum kawaca ya namah
15.  Sangkepi. Ma:
Om gandham (siratin toya cendana bajrane)
Om Akasata (mijain bajra). Om dhupam astra ya namah (asepin bajrane). Om Am Kasolkaya Iswara ya namah (wajikin tangane aji toya wajik tangan, lan bajra genahang ring genahe).
16.  Pangaksama. Agem ghanta Ma:
Om ksama swamam Mahadewa.  Sarwa prani hitangkara.    Mam moca sarwe papebyah.   Palaya swa Sada Siwa1
Papo ham papa karmaham. Papatma papa sambhawah. Trahi mam sarwo papebyah. Kanancin mam ca raksanthu2
Ksantawyah kayiko dosah. Ksantawyo waciko mamah. Ksantawyo manaso dosah. Tat prasiddhantu ksama swamam3
Hinaksaram hina padam. Hinan mantram tathaiwa ca. Hina Bhaktim hina wrdhim.Sada Siwa namo stute4
Mantram hinam kriyam hinam. Bhaktinam Maheswara. Ya pujitnam Maha dewa.   Paripurnam tad astu me5. (sekare ranjingang ring sangku)
17.  Puja Apsu Dewa (sikap sama dengan di atas). Ma:
Om apsu dewa pawitrani. Gangga dewi namo stute. Sarwa klesa winasanam.  Toyem Parusddhyate1
Sarwa papa winasini. Sarwa roga wimocane. Sarwa klesa winasanam. Sarwa bhogam awapnuyat2
Om Sri kare sapahut kare.   Roga dose winasanam.  Siwa logam maha yaste.   Mantre manah pape kelah3
Sindyan tri sandya sapaha. Sakala mala malahar. Siwamrtha manggalan ca. Nadinimdam namah swaha4
18.  Pancak saram stutti (sikap sama dengan di atas). Ma:
Om pancaksaram Maha Tirtham. Pawitram papa nasanam. Papa koti saha sranam. Aganam bhawet segaram1
Pancaksaram parama jnanam. Pawitram papa nasanam. Mantramtham parama jnanam. Siwa loka pratham subham2
Namah siwaya ity evam. Para brahmatmane wandam. Para saktih panca diwah. Pasca Rsyam bhawed Agni3
A-karas-ca U-karas-ca. Makaro winddhu nadakam. Pancaksaram maya proktam. Om kara Agni matrake4
19.  Puter air (we) ring sangku ping 3 arah tengen memutarnya pakailah sesirat tirtha. Ma: Om bhur bhwah swah swaha maha Ganggayai tirtha pawitrani swaha.
Sampai di sini selesailah proses nunas tirtha untuk keperluan sehari-hari. Apabila pemangku ngawekasang yadnya yang agak besar (tiga bulanan, piodalan dsb) maka proses nunas tirtha dilanjutkan kembali dengan mengikuti mantra-mantra di bawah. Untuk nunas tirtha ini harus tridatu. Proses nunas tirtha ring payuk merajah ini mulai dari mantra:
20.  Pemendak dewa atau peganggaan atau Stawa Bhatara
Sikap sama seperti di atas. Sarana Kalpika bija. Ma:
Om pranamya bhaskara dewam. Sarwa klesa winasanam. Pranamya ditya sewartham. Bhukti-mukti warapradam1
Om gangga Saraswati Sindhu. Wipasa kausiki nadi. Yamuna maha srestha. Sarayus ca Mahanadi2
Gangga Sindhu Saraswati. Suyamuna Godawari Narmada. Kaweri Serayuh Mahendra tenaya. Carmawati winuka3
Badra Netrawati Maha Suranadi. Kyata caya gandhaki. Punyah purna jalah samudra. Sahitah kurwamtu te manggalam4
21.  Stawa Sad Gangga
Om Gangga Dewi maha punye. Namaste wisma brahmini
Yamuna parame punye. Namas te Parameswari
22.  Sabda dewata. Ma:
Sarwa wighna winasayantu. Sarwa klesa winasyatu
Sarwa dukha winacaya.Sarwa papam winasaya namo namah swaha (t)
23.  Tibeni kembang. Tanpa ghanta. Sarana sekar lan bija. Sikap menyembah. Ma:
Om Om I A KA SA MA RA LA WA YA Om swaha
Om Om kumuda jayai yiwa sarira ksanda disima
24.  Mrtyun Jaya Stawa (pujian kepada penakluk kematian) pakai ghanta jika ada ghanta. Jika tidak pakai ghanta sikap angranasika.
Om Dhirgayur bala wrdi sakti karanam. Mrtyun jaya saswatam. Rogadi ksaya kustha . dustha kelusam. Candra phraba bhawaram1
Hrim mantram cacatur bhujam, Trinayana wiyalo pawitam siwam. Swetan camrta madyagam. Sukha karam pawitram jiwa ksaya wiyansakam2
Swetham bhoruha karnikorpari gatam. Dewasuraih pujitam. Mrtyu krodabalam maha-krty mayam. Karpura-renu prabham3
Twam wande hradaya bhakti saranam. Prappyam maha prastumaih. Santam sarwagatam nirantam abhawam. Bhutatma kam nirganam4
Sraddha bhakti kriam wimukti karanam. Wyaptam jagat dharanam. Mauli bandha kirita kundala dharam. Caitanya dustha ksayam5
Wande mrtyu-jitam sayapya maraho. Mantra di-dewo Harih. Mukta twam jagat twam semadi satatam. Catanya dustha ksayam6
(sekare ranjingang ke tirta ring payuk)
25.  Mrtyun Jaya Stawa (sabda pemberi restu). Ma:
Om mrtyun jayasya dewasya. Ye namany anukirtiayet
Dirghayusyam awapnoti. Sanggrama wijayi bhawet
Om Atma Tattwatma suddha mam swaha
(sekar ranjingang ke tirta ring payuk)
26.  Pemarisudha (ketisang tirtha ring sangku ke tirtha ring payuk). Ma:
Om pertama sudha, dwitya sudha, trtya sudha, caturti sudha, pancami sudha, sadmi sudha, saptani sudha, sudha, sudha sudha wariastu tat astu astu ya namah swaha.
27.  Tambah Ayu Wrdhi. Sarana sekar lan bija. Ma:
Om ayur wrddhi yaso wrddhih. Wrddhih pradnya sukha sriyam. Dharma santana wrddhisyat. Santute sapta wrdaydhah1
Yawan mero stitho dewah. Yawad gangga mahitale. Candrarko gagane yawat. Tawat wa wijayi bhawet2
Om dirghayur astu tathastu. Om awighnam astu tathastu. Om subham astu tathastu. Om sukham bhawantu
Om purnam bhawantu. Om sreyo bhawantu3. (sekare ranjingang ke tirtha ring Payuk)
28.  Mensakralkan tirtha. Sarana sekar lan bija. Ambil bunga setiap baris mantra lalu masukkan ke payuk.  Om  Siwa amrtha ya namah
Om sada Siwa amrtha ya namah
Om Parama Siwa amrtha ya namah
29.  Lajut sangkepi Ma:
Om Sri gandha suci nirmala ya namah (masukkan air cendana ke payuk)
Om Kum Kumara wija byo ya namah swaha (masukkan bija ke payuk)
Om Om puspa dantha ya namah swaha (masukkan puspa ke payuk)
Om dhupam astraya namah swaha (putar pasepan ping 3 di atas payuk)
30.  Ngelukat diri dengan tirtha pelukatan. Sirat ubun-ubun ping 3. Ma:
Om Budha maha pawitra ya namah
Om dharma maha tirtham ya namah
Om Sang Hyang Maha Toyam ya namah
31.  Nunas tirtha ping 3. Ma: Om Brahma pawaka ya namah
    Om Wisnu Amrtha ya namah
    Om Siwa adnyana ya namah
32.  Meraup muka ping 3 Ma:  Om Siwa sampurna ya namah
 Om sada Siwa pari purna ya namah
 Om Para Siwa Ksama sampurna ya namah
33.  Mabija, Ma: ambil bija dan taruh pada telapak tangan kiri, kemudian berikan mantra:   Om idem bhasma param guyam
 Sarwa papa winasanam
 Sarwa raga praca manam
 Sarwa kelusa nanasanam
34.  Raris genahang ring:
Ubun-ubun                              : Om Am Isana ya namah
Tengahing lelata Ma    : Om tam tat purusa ya namah
Ulun hati Ma               : Om Am Agora ya namah
Bahu tengen                : Om Bam Bama Dewa ya namah
Bahu kiwa                               : Om Sam Sadaya namah
Kama maka kalih                    : Om Um rah Astraya namah
35.  Masang sirowistha
Sirati tirtha sirowistha Ma: Om dewa pratistha ya namah swaha
Asepi srowistha           Ma: Om dupham astra ya namah swaha
Mantrani sirowistha:
Om sirowistha maha diwyam. Pawitram papa nasanam
Nityam kusagram tisthati. Sidantam pratigrnati
Om hrum rah phat astra ya namah (pasang sirowistha ring lelata)
36.  Menyuntingkan bunga ring ungkur destar. Ma:
Om Sri ksamara ya namah
37.  Mesesirat ke awang-awang. Ma: pakai Astra mantra lanjut Sangkepi (lihat di depan).
Selesai sudah proses nunas tirtha pengelukatan untuk dipakai ngelukat banten, parhyangan Ida Bhatara mwah semua peralatan upacara. Catatan penting: proses nunas tirtha ini dari mantra nomor 1 sampai dengan nomor 37 selalu dilaksanakan setiap akan memulai memimpin upacara yadnya apapun. Karena sebelum banten itu dipersembahkan kehadapan Hyang Widhi atau Ida Bhatara, banten tersebut terlebih dahulu harus disucikan dengan air suci yang kita mohon kehadapan Ida Bhatara.
Selesai proses nunas tirtha barulah ngilenang upacara yadnya apapun namanya yang patut diselesaikan oleh Jro Mangku.

D. Ngelukat atau menyucikan eteh-eteh Pareresika
38.  Pranayama. Memusatkan pikiran kepada ida Bhatara bayangkan beliau turun dari akasa dari malinggih ring Parhyangan atau purawaning daksina. Ma:
Om Anantha sana ya namah.  Om padmasana ya namah
Om I BA SA TA A.  OM YA NA MA SI WA
Om MAM UM AM (upathi). Om SA BA TA AI
Om NA MA SI WA YA. OM AM UM MAM  (Sthiti)
39.  Siratin tirtha eteh-eteh pasuciane (lsin banyuawang, banten biakala, banten durmenggala, banten Prayascita). Kadulurin antuk astra mantra:
40.  Ayabang seka siki banten eteh-eteh pareresikanne kaduluring antuk Ma:
a.        Puja tepung tawar, segau : Om sajana aptata sastra, tepung tawar amunahi. Segawu hanglungsuraken sebel kandel gagodan sang nemu sengkala, lara roga bhaktanu. Om pras bungkah tusta, tusta, trus tekeng para
b.       Puja biakala: pakulun Bathara Hyang Kala-kali, bhatara Kala Sakti, Sang Kala Petak, Sang Kala Bang, Sang Kala Jenar, Sang Kala Ireng, Sang Kala Amanca warna, Sang Kala Anggapati, Sangkala Karogan, Sang kala Sepetan, Sang Kala Gering, Sang Kala Pati, Sang Kala Sedahan, Sang Kala Kinabehan, aja sira anyengkala, anyengkali, manusia ngastiti dewa ring kahyangan, ring pada dharma kahyangan Sakti, reh ipun sampun angaturaken tadah saji, ring pada Bhatara Kala, puniki ta bhuktin sira kabeh, bilih belanira. Om  kala-kali byo bhoktaya namah. Om ksama sampurna ya namah. Om Am sarwa Kala Ksama swamam ya namah swaha.
c.        Puja Durmenggala: Pakulun Sang Kala Purwa, Sang Kala Sakti. Sang Kala Bajra Muka, Sang Kala Ngulaleng, Sang Kala Suksma, aja sira pati papanjinga, pati paprotongi, iki tadah saji nira, penek kalawan bawang jae mwang terasi bang, iwak antiga, jinah satak lima likur, lawe satukel manawi kirang katadahan ira, aywa sira usil silih gawe, ikun jinah satak salawe, wenang satukel, engone atuke ring pasar agung, wehana anak rabi, mwang putu buyut, ndah sira lunga amarah desa, aja maring kene, denpada wehana, raksa rumaksa pada sidhir astu swaha. Om kala byo bhokya namah swaha. Om butha bhokta ya namah swaha. Om Durga bhota ya namah swaha. Om Piscaya bhota ya namah swaha. 
d.       Puja Prayascita:
Om I BA SA TA A, sarwa mala prayascita ya namah
Om SA BA TA AI, sarwa papa pataka, lara roga
                                    Wigna parayascita ya namah
Om A TA SA BA I, sarwa klesa, dasa mala geleh pateleh
                                       prayascita ya namah
Om Prayascita kato yogi. Catur warnam wicin tayet
       Catur wastram sa puspadyam.
       Am ghong reng byas tathottaman
Om am ghong rem bhyah namah swaha
Om Agnirahsya muka. Mungguh bungkahing hati angeseng salwiring dasa mala. Teke geseng-geseng, geseng
Om prayscita subagyam astu
e.        Puja Isuh-Isuh
Pakulun SangHayang Taya tanpa netra, tanpa cengkem, tanpa karna, tanpa irung, SangHyang Taya jati suci nirmala, Sira angisuh-isuhin sarwa dewata, angilangaken sarwa kala bhuta dengen, ring sarwa ta kabeh, aja kari masanetan ring manusa kabeh, nyah ta kita saking kulit, saking daging, saking walung, saking sumsum, mantuk ta kita ring jipang cempadi keling sabrang melayu. Om Am Mam nama Siwa ya namah.
f.        Puja Taluh ring biakala
Om antinganing sawung anya, pengawakaning SangHyang Gala Candu sagilingan, kalisakna lara roga mala pataka kabeh
Om sah wausat namah. Om bang bamadewa bhatara angiberaken lara roga papa klesa mala wighna sarwa dewa-dewine kabeh.
Om sriyawe namo swaha
g.       Puja Lis
Om sang janur kuning pengadegan nira, turun bhatara Siwa ri kebhaktianing manusa kabeh.
Om ksama sampurna ya namah. Om jreng jreng sabur ngadeg angilangakna sarwa klesa sang lis-lisan.
Om sabur pita, sabur rakta, subur swetha, sabur kresna, sabur amanca Sarwa karya prastistha ya suci nirmala ya namo namah swaha.
h.       Puja Buhu-buhu
Om sweta tirthancayo niyam, pawitram papa nasanam
Sarwa roghacanagasca, sarwa kali kalusa winasanam
Om rakta tirtha. Om krsna tirthanca,
yawe namo namah swaha.
Catatan :  puja a, b, c, d, e, f diucapkan atau dilakukan apabila memang telah disiapkan banten-banten tersebut di depan jro mangku sesuai dengan tingkatan upacaranya. Sehandainya tidak ada sarana tersebut puja tersebut tidak. Langsung ngemargiang paileh pareresikan.
41.  Ngemargiang parersikan banten lan parhyangan. Urutan pemargian eteh-eteh pareresikanne sekadi ring sor:
a.       toya anyar
b.      Isuh-isuh
c.       Banyuawang
d.      Biakala
c.        Durmenggala
d.       Prayascita
g. lis
h. Tirtha pangelukan
42.  Puja ngemargiang palisan. Ritatkala para pengayah ngemargiang palisan dane jro mangku saking genah malinggih nyiratang tirtha ke awang-awang kadulurin antuk puja mantra:
Om Am suklyai namah. Om Am bhaktyai namah. Om Am krsnyai namah. Am Am jambi kayai namah1
Om Am sarwa dewebhyo namah swaha. Om Am sapta Rsibhyo namah swaha. Om Am sapta pitrbhyo namah swaha. Om Am saraswatyai bhyo namah swaha2
Om Om Siwa amrtha ya namah, Om Om Sada Siwa Amrtha ya namah. Om Om Parama Siwa amrtha ya namah.  Om ksmung Siwa amrtha ya namah.  Om ksmung Sada Siwa amrtha ya namah3
Om ksmung Parama Siwa amrtha ya namah. Om Om gangga amrthaya namah. Om Om Candra amrthaya namah. Om Siwa suddha mam swaha4
Om swasti suddha mam swaha. Om hram hrim sah Parama Siwa amrthaya namah. Om om ehi Surya sahasresu.   Tejo rase jagat pate5
Anukampaya bhaktiya.   Gerhamano Diwakara.   Namah namah te. Om hram hrim sah Parama Siwa. Aditya ya namah6
Om Om ehi surya sahasresu. Tejo rase jagat pate. Anukampaya bhaktiya. Gerhamano Diwakara Namah namah te. Om hram hrim sah Parama Siwa. Aditya ya namah.
43.  Tambah malih antuk puja sehe: Om Sang Hyang Tiga Muti Hyang, makadi SangHyang malingga ring bebanten, karaban, karapuhan dinamet dening wwang, kaletikang dening wadak, kaiberaning sato, kalangkahi sona (asu), kasepunganing awu, olih tinuku ring pasar agung, parasama kalukat kalebur dening SangHyang Tiga Murti Hyang. Om siddhir astu. Om sri yawe namo namah swaha.

44.  Ngelinggihang (ngundang Idha Bathara) :
a.       Pamendak dewa Ma: Om pranamya dewa sang linggam, Dewa linggam Mahesora, sarwa dewata-dewati dewanam, tasme lingga ya namah.
b.      Brahma Stawa: Om namaste bhagawan Agni. Namasthe bhagawan harih. Namasthe bhagawan isa. Sarwa bhaksa Utasana.
Tri warna bhagawan agni. Brahma, Wisnu Mahesora, Santikam pascikam cewam. Raksanantu bicarukam.
Adnyana kertha lokam. Subagiyam priya darsanam. Yat kincit sarwa karmani. Siddhi rewa nir sangsayam.
Am Brahma Prajapati sresthah. Swayambuh wradah guru. Padma yoni catur waktra. Brahma sa kaya murciate. Om hram hrim sah Brahmaprajapati ya namah swaha.
45.  Aturi tirtha ke ajeng (sebagai penghormatan) sebanyak baris mantra:
Om pam padya ya namah (toya wajik cokor). Om am argha dewaya ya namah (wajik tangan). Om cam camanam sudha ya namah (toya raup). Om yam jihwa suddha ya namah (berkumur). Om ghrim Siwa giwya namah (membasahi kepala). Om dewa bhatara sampurna ya namah (toya raup) Om toyam gangga pawitrani ya namah (toya raup)
46.  Sangkepi (aturi gandha, akasata, puspa, dhupa)
Ghanda           : Om Sri gandhaswari ya amrtha ya namah swaha
Akasata           : Om Kum Kumara wija byo amrtha ya namah swaha
Puspa               : Om Puspa dantham ya namah swaha
Dhupa : Om ragnir-ragnir, Jiotir-jiotir
47.  Susuhunan Stawa
Om Wisnu –wisnu rahade tryade. Sri Wisnu prajapate ksetre
Waraha kalpe pratama carane. Kala yuge kala mangsa
Kalatite yoga naksatra nitaya. Wadhaki phalam prapti kamanaya
Sarwa prayascittam karisye. Sobhagyam astu, tat astu astu swaha.
48.  Aturi tirtha ke ajeng (sebagai penghormatan)
49.  Sangkepi (aturi gandha, akasata, puspa, dhupa)
50.  Giripati Stawa
Om Giripati dewa-dewa. Loka natha Jagatpati
Sakti mantam mahawiryam. Adnyana wantu siwet makam
Mahedewa dibya caksu. Maha padma namo namah
Gora-gora adi suksma. Adi dewa ya namo namah
Paramasta paramesti. Para marta namo namah
Adi karana isanca. Nakaraya namo namah
Maha rudra maha sudham. Maha murti maha tattwa
Sarwa papa winasanam. Adi dewa ya namo namah
Mahesora Sangkara ca. Sambhu sarwa bhawa statha
Misora Brahma Rudrasca. Isana ya namo namah.
51.  Aturi tirtha lan sangkepi
52.  Puja pangider bhuwana
Om Iswara purwa bajrantu. Dupa agyam Mahesora
Danda Brahma daksinanca. Niritiyam Rudra mukhsalam
Pasa pascimantu Mahadewa. Wayabhyam angkus Sangkara
Cakra Wisnu utaram desa. Ersanya Sambhu trisulam
Padma madya Siwa dewam. Taya Sada Siwa
Statha urdhaparam Siwanca. Sarwa dewanca usyate
            Tekeng Dewinya:
Om Iswara Uma Dewica. Maheswara Laksmi dewi
Brahma Saraswati dewi. Rudra Santani dewi
Mahadewa Saci dewi. Sangkara Mahadewica
Wisnu bhatara Sri dewi. Sambhu dewi Warahi dewi
Padma madya Sawitri Gayatri Uma. Tattwa maha dewisca
Om Am Um Am Um Am Um . Om Sri dewi Sangkara swaha
53.  Aturi tirtha lan sangkepi (sekadi ring ajeng)
54.  Puja istadewata. Puja ini agar disesuaikan dengan Pura yang menjadi amongannya. Untuk puja istadewata dapat dilihat dibagian halaman belakang.
55.  Wusan puja istadewata malih aturi tirtha lan sangkepi
56.  Aturi pasucian
Kakrik mantra : Om Sri Dewi Bhtarimsa Yogini namah
Kakurah mantra          : Om Um Phat astraya namah
Keramas                      : Om awregye namah, Om gagane murtaye namah
Meraup mantra            : Om waktra parisudhamam swaha
Madyus mantra           : Om acurwa sucirwapi. Swara kamo gatopiwa
                                      Cintayet dewa isanam. Sabhahya bhyatara sucin
Tigasan mantra               : Om kaupina Brahma Samyuktah. Makhala Wisnu
                                         Samsmrtah. Antanwaseswaro dewah. Bandham
                                         astu Sada Siwa
Mahyas mantra               : Om Semarana karanam dewam. Ardanetaram
                                         mewatam. Sarwa busana gunawan. Sarwa dewa
                                         Siwosthana.
Tebusi                             : Om yang rang hang jung lang sasawat
                                         Om yang rang ngang. Om ngang jung lung
                                         Om sawasat nama swaha
Minyak mantra               : Om namo budhaya swaha
Sekar mantra                  : Om Sri Samara namah
57.  Malih ambil pasepane . agem tur kadulurin antuk mantra
Om Am Brahma amrthani dipata ya namah. Om Um Wisnu amrtha dipata ya namah. Om Mam Lingga Purusa ya namah. Om Candra amrtha ya namah. Om Gangga amrtha ya namah. Om Siwa Sudhamam swaha. Om Swasti sudhamam swaha.
58.                    Nyembah dengan sekar. Om hram hrim sah Parama Siwa amrtha ya namah. Om ardha nareswari ya namah.
59.  Mesesirat ke sesajen. Pakai astra mantra lan sangkepi
60.                    Puja sesayut: Om Om sarira paritreptapta. Om Om atma tattwatma pari treptapta. Om Om sarwa sukha paripurnapta. Om Om Sobagya paripurnapta (sekare peletikan ke ajeng)
61.                    Tumpangnya sekar ikang sesayut: Om Om amrtha sanjiwani ya namah. Om Om kurmeda ya namh. Om Om sakti karana ya namah. Om Om mrtyun jaya ya namah. Om Om Praba ya namah. (sekare peletikang ke ajeng)
62.                    Kuta SangHyang Mrtyun Jaya (penghormatan) sikap mebhakti: Om Om kumudha jaya jiwet sarira raksan dadi sime. Om Om mejung sah wausat mrtyun jaya ya namah swaha.


63.  Puja Mertyn Jaya (pateh sekadi ring ajeng)
64.                    Dharma pengolih. Ma: Pakulun, paduka bhatara anangkurat, kalawan paduka bathari pertiwi, mekadi bhatari Wisesa ring rat bhuwana kabeh, kalawan pada bhatara, hulun angaturaken saluiring tatebasan sang tinebas, apa pada dewa, pada bhatari, bhatara, asung nugraha widhi maring awak sariran ipun, ulih akna jiwitan ipun, tumungkul ipun angadegi bhuwana, katekan cokor rogoh dirghayusa antuk akna, tungunen premana wisesa. Om siddhir astu ya namah swaha (sekare peletikang ke ajeng)
65.                    Puja Suci Guru Piduka (Yening wenten banten suci guru piduka, jika tidak mantra ini tidak usah diucapkan). Pakulun Hyang predana purusa, Hyang Siwa, Hyang Surya Candhra, iki manusa nira magurupiduka, angaturaken pamahayu, wus katanggap den ira sang Sedahan Bagawan Penyarikan, mwang Bhagawan Citra Gotra, Citra Gotri, manawi manusa nira ujarnia saud (saud atur) mwang linyok, sampun ta ira angadeg aken paduka, lugrahi manusa nira anuhur tirtha. Om siddhir astu ya namah swaha.
66.                    Puja pengambeyan : Pakulun kaki pengambe, nini pengambe ingsun angambe sang sinayutan. Sampun katangab katrima denira kaki pengambe nini pengambe. Kajenengane de nira bhagawan Penyarikan. Kaki Citra gotra nini Citragotri. Sami kajenengane sang sinadiyan kasengguh. Om siddir astu ya namah swaha (sekare peletikan ke ajeng.
Sira SangHyang Sapta Patala, Sira SangHyang Sapta Dewata, sira SangHyang Bhesawarna, sira SangHyang Tri Nadi Panca Korsika, sira SangHyang Pramana makadi SangHyang Urip. Sira pageha ri stanam ira swang-swang, pekenan in hulun angawruhaken i sira aneda raksanan in rahayu, aneda urip waras dirghayusa ira paripurna sang i ngambe.
67.                    Puja Panca Maha Butha (ngayabang pengambeyan): Om pretiwi dewa sampurna, apah teja jiwat makam. Bayu akasam pramanem. Dirghayusa jagat pramanam (sekare peletikan ke ajeng).
68.                    Mantra pula Gembal mwah sekar setaman.
Om bhagawan panyarikan, kaki citragotra, paduka angaturaken saji pula gembal, tadah pawitra, sekar setaman, caru putih ijo, pari manem maring sumur. Manusa nira aneda nugraha anglepas kreta kang mungguling sarat, kasambut rumuhun, manawi wenten kirang wenten luput, hampuranem ta pakulun. Den ipun geng rna, akedik aturaning manusa nira, agung pikolihan ipun, katekaning sinadyan ipun.
Om ayu wrddhi yaso wrddhi. Wrddhih pradnya sukha sriyam. Dharma santana wrddhisyat. Santute sapta wrdhaidah. Om dhirgayur astu tat astu astu. Om Sa Ba Ta, A, I Na Ma Si Wa Ya namah swaha (sekare peletikang ke ajeng)
69.                    Puja tutwan
Om Kala Patu muwaning bhuwana, apang-panganing jagat, hawoh amirah, agodong anglungsir, ana kapopang pange mawetan, pangirid sahisining wetan. Ana kapopang pange mangidul, angirid sahising kidul, ana kapopang pange mangulon, angirid sahising mangulon, ana kapopang pange manglor, angirid sahising lor, ana kapopang pange madya, angirid sahising madya. Tambak mangko, tambak mangke angantukaken sarining tutuwan.
70.                    Puja Jrimpen Sumbu: Babu among babu juru, babu brongkat babu mangguh. Iki si ganjaran ira, amongmong atman jiwatane ipun anutug ana tuwuh ipun ianu.
71.                    Angrapet kurang luput: Pakulun SangHyang dharma, deniling maring palungguh nira swang-swang, amukti sari alunga sari, teka sari. Jumeneng pakulun, angeseng ipen ala. Makadi lara roga, sot sapataka gempung moksa hilang tanpa sesa denira sangHyang Siwa picatur dewa bhyuha.
72.                    Puja penyeneng: Om kaki penyeneng, nini penyeneng, kajenengane denira bhatara Brahma, Wisnu, Iswara, Surya, Chandra lintang trenggana. Om sriyawe namo namah swaha.
               Malih ater antuk mantra Ayu Wrddhi
73.                    Puja Sorohan: Pakulun sangHyang Siwapi catur muka dewa bhyuha, sira Bhagawan Ratangkup Sira ta reko pakulun, angeseng ipen ala, makadi lara roga, sot sapata, gempung moksah hilang tan pasesa, den ira SangHyang Siwapi catur muka dewa bhyuha. Om siddhir astu tat astu astu.
74.                    Puja Bebangkit (ring panggungan): Om  arya dika maha siddhi, sarwa karya nirmala namah swaha. Pakulun bhatari Durga, bhatara Gana, bhatara Brahma, Sang Yama Raja, sang kudung basur, sang pulung, sang dengen, sang raksasa, sang butha ulu singa, sang detya, sang wil, sang dewa Yoni sakti, mapupul ta kita kabeh, tingalin bhaktin ing hulun ri kita, kotang hulun luputa, ring sarwa lara, mwang kasihan den ing sarwa kabeh. Om Sang Bang Tang Ang Ing Nang Mang Sing Wang Yang. Am Um Am.
75.                    Puja Ulam Banten: Bhatara jabung, Nini Bhatari Durga, kaki kala medi, kaki kala moha, kaki kala purwa raja, Sira sang amurwaning kala kabeh, kaki kala tulak tanggal, kaki jagra satru, kaki panggel wala, kaki kala mrtyu, kaki samantara, kaki kala anyer-anyer, iki belan ira, sama sukha sira ring sang adruwe caru iki. Om durgapati masariram, kala kingkara moksanam, kala mrtyu punah citram, sarwa wighna winasanam.
76.                    Ngayabang Aturan/Piodalan. Ngawit saking Surya: Om pranamya Bhasakara dewam. Sarwa klesa winasanam. Pranamya ditya siwartham. Mukti bhukti sarwa paradam.
77.  Tambah Puja Siwa Sutram, yening munggah suci ring Surya Ma:
Om Siwa sutram yadnya pawitram. Prajapati yoga ayusyam. Bala mastu teja guhyanam. Triganam tri gunatmaka. Hari, Om prakoti surya. Prakasam candra koti. Mantra-mantra sadaksaram sarwa dewa. Pita swayambhu bhargo dewasya dimahi. Om Sadaksaram maha mantra. Redistam parama sadakam. Sada Siwa angga ityuktam. Maha pataka wigna winasanam. Om toyam, gandham, akasatham, puspham. Dhupam samarpayami ya namah swaha. Om Surya, jyotir-jyotir dhupam samarpayami ya namah swaha.
               Yening munggah suci kekalih anggen Puja Surya Seloka
78.  Yening wantah munggah banten tegteg Daksina ajengan utawi sehetan (sorohan alit) ring surya, wusan mantra no. 76 (puja prnamya) langsug ke

      Puja tribhuwana, Ma:
Om Siwa nirmala twam guhyah. Siwa tattwa para yanah
Siwasya pranato nityam. Candisaya namo stute
Om Siwa niwedya carum dadanmi.
       Amerthamakam grham swaha nama swah
Om Grham boktr laksana ya namah swaha
Om jayarti jayam apanuyat. Yasarti yasam apanuti
       Siddhi sakalam apanuyat. Parama Siwa labhati
Om nama Siwaya swaha
79.  Ngayabang sor surya.
1.      Puja segehan (yening ring sor wantah segehan). Ma: Sang kala eka wara, sang kala dwi wara, sang kala tri wara, ndaweg manusa nira angaturaken sega, iki tadah aji nira ring jeng sang kala kabeh. Mangden sampunang katanam sisip ring jeng sang kala tiga. Poma-poma-poma.
2.      Puja Gelar Sanga, (yening banten sor surya marupa gelar sanga) pakulun sang Yama raja, iki tadah saji nira jangan sakawali mwah gelar sanga, sajeng sageci tan  sinarengan tumuran sang Hyang Yama Raja, pada sukha ya namah.
3.      Phabuktian gelar sanga: om bhuktyantu Durga katara. Bhuktyantu kala mawaca. Bhuktyantu sarwa bhutanam. Bhuktyanti pisaca sankyam. Om serdhah – serdhah rubyo namah. Om mertange robhyo namah. Om hrih kecarik caruke robhyo namah swaha.
80.              Metabuh: Om Durga bucari ya namah. Om bhuta bucari ya namah. Om kala bucari ya namah. Om pisaca bucari ya namah.
81.              Phabuktian Bhuta. Ma: Om Bhuktyantu Durga katara. Bhuktyantu Kala mawaca. Bhuktyantu sarwa bhutanam. Bhuktyantu pisaca sankyam.

E. Ngayabang Banten Piodalan Ida Bhatara
82. Puja Pengaksama (sekadi ring ajeng)
83. Puja Siwa Sutram (sekadi ringa ajeng)
84. Puja Tribhuwana (sekadi ring ajeng)
85. Ater malih antuk Puja Ngayab ring dewa)
Om dewarcanam utpatias tu. Asthiti trpti karanam
       Bojanam laksanam yuktham. Om kara dewa tarpanam
Om Bhuktyantu suksma karanam. Antyesti purusa mantram
     Siwa amrtha anugraham. Sangkara dharma laksanam namah swaha
86. Metabuh ring dewa: Om dewa buktham maha sukham. Bojanam paranam samtrham. Dewa bhaksian maha tustam. Boktr laksana namah swaha. Om am namah.
87. Pabhuktian Bhatara (ngayabang perangkatan mwah rayunan). Ma: Om dewa mukti maha sukham. Bojanam parama martam. Dewa mukti maha tustam. Bhokta pala ksata ya namah.
Om bhuktyantu sarwato dewa. Bhuktyantu tri loka nathah
Saganah sapari warah. Sa wargah sa dasi dasah
Mantramta batarakah. Eteh-etehan sarwa dewanam
Trepti yujam bhawa stute. Om reng trepti laksana ya namah
88. Puja panugraham:
Om anugraha manohara. Dewa dattanugrahaka
Hy arcanam sarwa pujanam. Namah sarwanugrahaka

            Dewa-dewi maha siddhi. Yajni katam mulat midam
            Laksmi siddhic ca dirghayuh. Nirghna sukha wrddhitah
Om grim anugraha arcanaya namo namah swaha
Om grim anugraha Manoharaya namo namah swaha
Om grim anugraha Paramattyestyai namo namah swaha
Om antyestih parama pindam, Antyestih dewamicrita
Sarwestih eka-shtane we sarwa dewasukha prada
89. Puja pras: Om Panca ware bhawet brahma.
       Wisnu saptawara waca. Sad wareswaro dewasca
       Asta ware siwo jneyah. Om karam ucyate sarwa pras.
       Pras parisuddhaya namah swaha.
                  Om sapta ware te warna karana. Aditya tu Mahadewa
                  Soma Waisrawana tatha. Anggara tu punah Sukra
      Budha Wisnu tathaiwa ca. Brahma Wraspati Caiwa
      Sukra Waruna ewa ca. Saniscara Yamas Caiwa
                  Wraspati pinaka wit. Soma pinaka bungkah
                  Anggara pinaka godong. Buda pinaka kembang
                  Sukra pinaka woh. Saniscara pinaka kulit
                  Aditya pinaka warna
90. Ngaturang pejayan-jayaan Piodalan ring Ida Bhatara
       (siratang tirthane ke ajeng nyantos telas pujane). Ma:
                  Om dhirghayur bala wrdi sakti karanam
                  Mrtyun jaya saswatam. Rogadi ksaya kustha dustha kelusam
                  Candra phraba bhawaram
       Hrim mantram cacatur nhujam. Trinayana wiyalo pawitam Siwam
       Swetan camrta madyagam. Sukha karam pawitram jiwa ksaya
       Wiyansakam
                  Swetham bhoruha karnikorpari gatam. Dewasuraih pujitam
                  Mrtyu krodabalam maha-krti mayam. Karpura-renu prabham
       Twam wande hradaya bhakti saranam. Prappyam maha prastumaih
       Santam sarwagatam nirantam abhawam. Bhutatma kam nirganam
                  Sraddha-bhakti krtam wimukti karanam.
Wyaptam jagat dharanam. Caitanya dustha ksayam
                         Wande mrtyu-jitam sayapya maraho. Mantra di-dewo Harih
                         Mukta twam jagat twam semadi satatam. Catanya dustha ksayam
91. Ngayabang banten ring iringan/ancangan Ida Bhatara. Ma: Segeha (sekadi ring ajeng)
92. Puja metabuh tuak, arak, arak berem. Ma (sekadi ring ajeng)
93. Pabhuktian bhuta. Ma: (sekadi ring ajeng)
94. Puja Ngaksama Jagatnatha. Ma:
Om Ksamaswa mam jagatnatha. Sarwa papa nirantaram
Sarwa karyam sidham dehi. Pranamami sureswaram
            Twam Suryas Twam Siwaskarah. Twam Rudro wahni laksanah
            Twam hi sarwa gatatkaro. Mama karyam prajayate
Om ksamaswa mam maha sakte. Hi astaiswarya gunatmaka
Nangsayet setatam papam. Sarwasmai lokam darsaya.
95. Ngayabang Banten ring Palinggih sami.: Ma. Tribhuwana (sekadi ring ajeng)
96. Puja Nunas Tirtha kakuluh (wasuhpada Ida Bhatara). Sesampunne wusan ngantebang banten peodalan mwah sane lian-lianan, Jro Mangku raris angredana jagi nunas wasuh pada Ida Bhatara masarana sekar tur kadulurin antuk puja Mantra: (anggen silih sinunggil puja mantra sane ring sor).
a. Puja pengradanaan
Om Hyang Siwa Sada Siwa. Parama Siwa, Brahma Wisnu Iswara, bhatara Hyang Guru, mekadi bhatara sakti mwah ..... (sebutkan nama sesuhunan yang ada dipura amongan Jro Mangku), ndaweg manusa nira anjaluk tirtha mahening Serayu Saraswati pawitram, maka pangeleburin dasa mala, papa pataka, klesaning jadma manusa kabeh moksa hilang, angemrthani sarwa mahuripe kabeh siddha siddhi asung nugraha Hyang Mami.
Om SA BA TA A I, NA MA SI WA YA.
Om hrah umphat astra ya namah. Om sriyam bhawantu. Om sukham bhawantu. Om purnam bhawantu.
b.  Puja Sakalam Niskalam Siwa
Om sakalam niskalam Siwam. Om karam twam siwatmakam.  Pancasara saptong kara. Sarwa dewatma nirwanam.
      Wisesamala salile. Punye tirtha siwalaye. Silambare sasinena.
      Wyaptam sarwa jagat patim
Srawa prajan ca posyate. Kincit sedagatam puram. Bindu candra sadagatam. Candra bindu nadah siwe.
      Kincidbhyam siwa sarwan ca. Om kara Siwa ucyate.
      Sarwa wisa wimuktena. Tri sandyam yah pathem narah.
c.  Puja Gangga Drawa pryage ca.
Om gangga dware prayage ca. Gangga sagara sanggame
Sarwanggatam bhur labhate. Tribhih sthanair wisessitam
      Papo ham papa karmaham. Papatma papa sam bhawah
      Trahimam pundari kaksa. Sa bahyabhyantara sucim
Acur wa sucir wapi. Sarwa karma gato piwa.
Cintayed dewam isana. Sa bahbhyantaram sucih
d.  Puja Gangga Dewi Maha Punyam.
Om gangga dewi maha punyam. Nams te wiswa brahmini
Yamuna parama purna. Nams te parameswari
      Naramada ca dewi punyam. Nams te loka ranjini.
      Dharanyai mala harinyai. Nams tubhyam maheswari
Daiwike daiwika ja twam. Siwa prstha namo stute
Nairanjane jagat klesa. Harunyai te namo namah
      Mandakini sura dewi. Nams te mala harini
      Jambhu sangka maha dewi. Dewi dewa niyogatah
Meru pradaksinam krtwa. Klesa narayana priya.
Pawitresu maha tirtham. Sisu klesan winasanam
      Ksireksus ca dadhi grtham. Sura yaksiwa nirmala
      Patu nah klesa nasaya. Yusmadbhyam tu namo namah.
e.  Puja namas te Bhagawan Gangga
Om namas te Bhagawan gangga. Namas te maha harini
Aslila wimalam toyam. Awayam bhuh tietha bhajanam
      Om subhiksa hastraya. Dosa kilbisa nasanam
      Pawitresu maha tirtham. Gangga wapi maho dadhih
Om wajra pani maha tirtham. Papa soka winasanam
Nadi puspalayam nityam. Nadi tirthaya priyam

      Om tirtham nadi wa kumbhas ca. Warna deha mahatmanam
      Mininam manggalastham ca. Ye wapi ca diwaukkasah
Om sarwa wighna winasanam tu. Sarwa klesa winasanam tu
Sarwa dukha winasana. Sarwa papa winasaya
97.   Muspa kramaning sembah. Ma:
Sembah I (tanpa sarana sekar) Ma: ngelinggihang miwah nunggilang manah ring Ida Bhatara. Om atma tattwatma sudhamam swaha.
Sembah II (sarana sekar putih) Ma: nguleng ring Ida Bhatara Siwa Raditya maka upasaksi pebhaktianne. Om Adityasya paranjyotir. Rakta tejo namo stute. Swetha pangkaja madyastham. Bhaskara ya namo stute.
Sembah III (sarana kwangen): nguleng ring Ida Bhatara sane malinggih ring pura amongan krama/jro. Mangku puja sane keanggen Puja Istadewa (wenten ring lepitan ring ungkur) kalanturang antuk Puja:
Om namo dewaya adistanaya. Sarwo wyapi siwaya. Padmasana
ekaprastitaya. Ardhanareswari ya namo namah swaha.
Sembah IV (sarana kwangen): nunas asung kertha wara nugrha ring Ida Bhatara. Om anugraha manohara. Dewa dattanugrahaka. Hy arcanam sarwa pujanam. Namah sarwanugrahaka. Dewa dewi maha siddhi. Yajni katam mulat midam. Laksmi siddhic ca dirghayuh. Nirghna sukha wrddhitah.
Sembah V (tanpa srana sekar) ngaturang Dewa suksma ring Ida Bhatara. Om dewa suksma parama cintya ya namah swaha.

III. Dharma Wecana
Penutup
            Sedurung dane jro mangku metangi saking genah melinggih dane jro Mangku mangda nguncarang puja Pengaksama.
98. Puja pengaksama (pateh sekadi ring ajeng)
99. Puja Pralina Gantha. Agem ghantane, tur munyiang maduluran antuk puja: Om suksma suniya Sangkara, suksma paranira
Mantram puniki uncarang wantah ring angen kewanen (mamona). Telas mantra suaram ganthane raris padem. Tangan tengen sane ngagem sekar entegang ring pelit gantha raris peletik ping tiga. Sabilang wusan meletik pelit ghanta tangan tengen puter kiwa (berlawanan arah jarum jam). Ritatkala meletik pelit mangda nguncarang mantra. Peletik ping 1: Um, peletik ping 2: Am. Peletik ping 3 : Mam.
Ghantane ketisin tirtha ping tiga, asepin lan sekarin. Raris sineb genahang ring wadahne.
100. Jro Mangku mebhakti (kramaning sembah)
101. Jro Mangku ngambil tirtha kakuluh (wasupadan Ida Bhatara)
102. Tirtha kakuluhe ketisang dumun ring prahyangan, lan bebanten
103. Tirthane cakur
104. Jro Mangku nunas tirtha (maketis ring raga)
105. Jro Mangku nibakang tirtha kakuluh Ida Bhatara ring para pamedek sami kawantu antuk pesutri mwah pemangku sane dados ngayah ring pura punika.

NYINEB IDA BHATARA

1.      Upacara pepranin
Sadurung ida bhatara masineb, keriyinin antuk pepranin. Ida bhatara kairing ka jaba tengah jagi nyuryanin tur mapaica asung kertha waranugraha ring pekraman sami. Katuntun antuk rarejangan olih istri-istri. Kamanggala olih dane jro Kelihan pura mwah Jro Mangku. Wusan punika Ida Bhatara malih ngeranjing ka jeroan raris malinggih ring pengaruman jagi katurang banten panyineban.
2.      Upacara penyineban. Pemargine pateh sekadi ngaturin piodalan. Uningang tur ayabang banten panyinebane seka siki.
3.      Makincang kincung (maledang-ledang). Lanang istri mangda masolah. Sane istri nyolahang canang sari, sane lanang nyolahan penawing. Jro Mangku mwah pesutri ngilenang pasepan, toya, tetabuhan arak, tuak berem. Dane Jro Mangku nguncarang puja panyineban (ngantukang Ida Bhatara ke Swargaloka): Ma
Om am giri patim wande . Loka natham jagat patim. Dhanesam trana karanan.
Sarwa gunam mahaujasan1
Om maha rudram maha suddham.Sarwa roga winasanam.Siwam parama samyuktham.Maha bhairawi karanam2
Om purwa bhrami maha dewi. Agnyo syan maheswari. Daksina kauberi dewi
Nairiti Waisnawi Dewi3.
Pascima Mahadewi. Wayabhyam Raudri tri dewi.Utara Sri Dewi. Airsanyam Gayatri Dewi4
Madya Sawitri Gayatri. Uma tattwa maha dewi.Om Am Um, Am Um, Am Um.Om Sri Dewi Sangkara swaha5
Paketis:
            Om grim dewa samsharaya namah swaha

4.      Puja marid banten (nunas asung nugraha)
Om ksama swa mam siwa dewa. Jagat natha hitang kara. Sarwa papa wimuktena. Pranamyahan sureswaram1
Om anugraha manohara. Dewa dattanugrahaka. Hy arcanam sarwa pujanam. Namah sarwanugraha2
Dewa-dewi maga siddhi. Yajni katam mulat midam. Laksmi siddic ca dirghayuh. Nirghna sukha wrddhitah3
Om gram anugrahacanaya namo namah swaha. Om grim anugraha mamo haraya namo namah swaha4
5.      Ida Bhatara tedun saking bale pengaruman raris ngider tengen ping tiga
6.      Wusan ngider tengen ping tiga pralingga Ida Bhatara mangda genahang ring bale pahiasan.
7.      Puput

Puja-puji Istadewata. Sane kaanggen ritatkala ngelinggihang/ngundang Ida Bhatara sami.
1.      Puja ring Pura Puse Desa
Om Isanah sarwa – widyanam. Iswarah sarwa bhutanam. Brahmadhipatir Brahmano dhi-patir brahma. Siwo me astu sa ewa sada siwa-om. Sadyo-jataya wai namo namah. Bhawe Bhawe nati bhawe. Bhawawa mam bhawed-bhawaya. namah1
Om wawa-dewaya namo Jyasthaya namah. Sreathaya namo, rudraya namah. Kalaya namah, kala-wikaranaya namah. Balaya namo, Bala wikaranaya namo. Bala-pramathanaya namah, . sarwa bhuta-damanaya namah . mancamanaya namah2
Om tat-purusa widmahe, maha. dewaya dhimahi. tan no Rudrah pracodayat. Aghorebhyo, aghora, aghoratarebhyah. Sarwa sarwebhyo, namas te Rudra rupebhyah3

2.      Puja ring Pura Puseh
       Om kara-astha su-dewata, sarwa-dewa-maha-sakti
Parjanya santa su-dewam, lingga Pascima su-sraddham
Prasasto maha-dewa siddha, parjnya-wiweka lokanam
     Namo maha-dewa prasastam, praja-sauymya-jnya subhaktim
     Arcane dewam pranamya, prajnya-wiweka lokanam
     Namo maha-dewa prasastam, praja sauymya-jnyasubhaktim
     Arcane dewam pranamya, na-stuti dewam Maha-dewam
3.      Puja ring Pura Dalem (Durga Stawa)
Om giri-putri dewa-dewi.  Lokasraya maha-dewi.  Uma Gangga Saraswati. Gayatri Waisnawi dewi1
Catur-fewya maha-sakti. Catur asrama bhatari. Siwa-jagat-pati-dewi. urga-masarira-dewi2
Sarwa-jagat-pranamyanam. Jagat-wighna-wismurcanam. Durga bhu-cara-moksanam. Sarwa-dukha-wimoksanam3
Anugrahamartha-bhumi. Wighana-dosa-winasanam. Sarwa-papa-winasanam. Sarwa-pataka-nasanam4
Om dewadewi maha-jnanam. Sudha-wighna-bhuwaneswari. Sarwa-jagat-pratisthanam. Sarwa-dewanugrahakam5
4.      Puja anggen ring pura Segara
Om jala nidhi murti dewam. Brahma Wisnu ma sariram. Ghgoralaya ghora-ghumitam. Rudra murti ghorantaram
Baruna dewa maha linggam. Naga raja ghorantaram. Bujaga dewam kruranam. Sarwa jagat asthityanam
Kurmaraja kurma dewa. Naga rajam sakti wiryam. Nanta bhogam ca salinggam. Sarwa jagat prawaksyanam Brahma Wisnu Iswara c. Agni Mandala pradipta. Surya koti prabhawanam. Jagat triya namo stute.
Giri-pati maha-sakti. Ratnakara prawaksyanam. Rudra-murt Kala murti. Sarwa jagat namo-stute
Naga raja Baruna dewam. Wisnu ma-sarira dewam. Sarwa jagat wisuddhanam. Sarwa wighna wiansanam.
Om amrtha sanjiwani dewam. Suddha sarira dewatam. Dirghayusam jagat trayam. Sarwa papa winasanam
5.      Puja ring Pura Ulun Danu, nunas toya lan mangda lanus sarwa tinandur
Om Idra Giri Putri wiryam. Sri Gangga Uma dewi ca. Saraswati wiryam diwyam. Amrtha bhumi sudha jiwam.
Narmada bhogam apnuyat. Amrtha waranugrahakam. Surya nadi swargatana. Sarwa dewam namamy aham
Amrtha kamandalu nityam. Pratistham tu sarwa jiwam. Uma Dewi labha-bhukti. Amrtha bhumi sodhanakam
Sri Gangga dewi pratistha. Jagra bhuwana suddha wiryam. Nirmala amrtha jiwitam. Sarwa roga winasanam
Gangga gauri maha wiryam. Sarwa papa winasanam. Roga pati Durga dewi. Gangga dewi sariranam.
Sarwa jagat suddha nityam. Amrtha bhumi nugrahakam. Sarwa Kali praharanam. Sarwa dukha wimoksanam.
6.      Puja ring Purnama-tilem
Om candra mandala sampurna. Candro yam te pranayate. Candradhipa param jyotir. Namas Candra namo stute
Siddhi raga namo stute. Dara gopati padanam. Wimsat sapta taranwita. Namas Candra namo stute
Karma saksi jagac caksuh. Sarwabharana-bhusita. Sweta panca kalaruna. Namas candra namo stute
Kumodotpala hastan ca. Sarwari dipa manggalam. Dharma dharma sayampasyam. Namas Candra namo stute
Loko ’yam te prakasito. Loko-pija-samanwita. Siwa-lokam Candradhipam. Namas Candra namo stute
Asta-disarame nityam. Asta dipa-wasi-karam. Astha-kala-sampurna. Namas Candra namo stute
Om Hram Hrim sah Paramasiwa Candra ya namah
Om Hrum Candra dewa maha Gangga amrtha ya namah swaha
7.      Puja Ring Dewi Sri (Rainan soma ribek/mantenin padi ring lumbung)
Om Sridewimaha waktram. Catur warna catur buja. Pradnya wirya siradnyenyah. Cintamani kuru samretah.
Sri Canduli maha dewi. Sri matha maha sobitem. Dadi sime sika nityem. Niwitam certa kencanam
Sri dadia bajia twa dewam. Prana tanduli sadnyikah. Mani ratna tata puniyem. Sarwa ratna tata puniyem. Sarwa ratna guna nitah
Sri dana dewi kebamiem. Sarwa rupa wati tasia. Sarwadnya kamita datiyam. Sri Sri dewi namostute.
8.      Puja ring Sri Sedana/Rainan Soma Ribek
Om Brahma Wisnu Iswara Rudra. Rudra dewa jawe nama. Rudra Sangkara bupatiyam. Dewa dewi namao namah.
Karam sada Siwa dewam. Jagatam sarwa pujanam. Upanam sadanam mretham. Suci dewa Sri Sedanam
Kawatam nugraham mretham. Kania wati Siwa rupam. Dando upadrawa sampurnam. Kretha bhuwanam sada samretham
9.      Puja Saraswati
Om Saraswati namas tubyam. Warade kama rupini. Siddharambham karisyami. Siddhir bhawantu mesada.
Om pranamya sarwa dewams ca. Paratmatmanam ewa ca. Rupa siddhi prayukta ya. Saraswatim namamy aham.
Padma patram wisalaksi. Padma kesara warnini. Nityam padmalaya dewi. Sa mam patu Saraswati
Brahma putri maha dewi. Brahmanya Brahma nandini. Saraswati samjnayani. Prayanaya Saraswati
Kawyam waykaranam tarkam. Weda sastra puranakam. Kalpa siddhini tantrani. Twat prasadat samarabet.
Sulabha twam swara mantram. Sirbheyam phalakam subem. Sarwa klesa winasanam. Santi twam sang Gatot manam.
Atanirasa hasram. Sarwa roga winasanam. Twam nama sarwa siddhyastu. Sarwa karya prasidhantam.
Om Sang Saraswati sweta ya namah. Om Bam Saraswatu Rakta warna ya namah. Om Tam Saraswati pita warna ya namah. Om Am Saraswati krsna warna ya namah. Om Im Saraswati Wiswa warna ya namo namah swaha.
10.  Puja sang Hyang Guru Kamulan
Om dewi dewi tri dewanam. Tri murti tri langgatmanam. Tri purusa suddha nityam. Sarwa klesa winasanam.
Om gur dewa guru rupam. Guru madya guru purwam. Guru pantara dewam. Guru dewa sudha nityam.
Om brahma Wisnu Iswara dewah. Jiwatmanam tri lokanam. Sarwa jagat pratistanam. Suddha klesa winasanam.
Sarwa roga winurcitam. Sarwa wighna winasanam. Wighna dosa winasanam. Om sri guru paduka bhyo namah.
11.  Puja Ring Ibu (Dewa Hyang): Pertiwi stwa:
Om prtiwi sariram dewi. Catur dewa maha siddhi. Catur bhatara asrama. Siwa bumi maha siddhi
Om ring purwa ksti bhasundari. Siwa pati putra yoni. Uma durga gangga gauri. Brahma bhatari waisnawi.
Maheswari sang kumari. Gayatri bhairawi gauri. Harsa siddhi maha wari. Indrani camundi dewi.
Om am pitara ya namah. Om am prapita ya namah
Om mam pita ya namah. Om mam prapita ya namah
Om im pita ya namah. Om im prapita ya namah
Om sri sri Prajapati ya namah.
Om Puspam, ghandan, aksatam dhupam kesa siwa ya namah
12.  Puja ring Kawitan (Pradnya Paramita Stawa):
Om pradnya paramita dewam. Jagatam tusti karanam. Satwe somya pinam mitram. Mudra pranamya ta hinam.
Bhagawati nama syami. Saradi matram dewatam. Kumara matranam dewam. Sarwa pradawa tan hine.
Twam namamy maha dewi. Om am ah um iti matramca. Yewama subiktwa klesam. Aham banda namuktaye.
13.  Puja Ida Bhatari Uma (ritatkala upacara biyu kukung)
Om purwa tilem nama siami. Mudra patni tapa sini. Daya wanten subha sada. Seta nugraha karana.
Gorimu manawa siami. Rudra deha dewa siddhi. Yasa swinem guha watem. Bhakta nugrahaka karanam.
Sata satam nama siami. Bhawanam bhakta watulan. Guwa siama ari dewi. Tubhyam netya namo namah swaha.
14.  Puja Bhatara Semara
Om Am Predana samyogaya. Windu dewaya bhakta jagat. Nataya dewa-dewi samyogaya. Om siddhir astu ya namah swaha.
Om anangga karpini patni. Puspani mandini tata. Kama dana wati patni. Madani madanas tata.
Kama dewa suswa nisca. Sri magi makara duaja. Kadarpa soma watisca. Sri jaye citha mam matha
Kama dewa wati patni. Sweri smara rare waca. Atanuh mandini patni. Mana sijasca tarini.
Om purwa Iswara sweta. Uma dewi Smara dewi. Sarwa bheda Smara sweta. Kama suddha pratistanam.
Om daksina Brahma smara rakta. Saraswati smara dewi. Pascima Mahadewa smara pita. Saci dewi smara dewi.
Om Utara Wisnu Smara krsna. Sri dewi smara dewi. Madya Siwa smara wiswa. Gana dewi smara wiswa. Sarwa beda smara wiswa. Kama sudha pratistanam.
Om pranamya sangHyang samara. Perabadi asta kamaste. Saha smara ya dewisca. Misra sandhi sukma jnanam.
Om Hram Hrim sah Parama Siwaaditya Chandra smara ratih ya namah
15.  Istadewata ritatkala ngemargiang kramaning sembah
1.      Ring Pemerajan

      Om Brahma Wisnu Iswara Dewah

       Jiwatmanam Tri Lokanam
Om catur diwya mahasakt Sarwa
       Jagat pratistanam
Om guru paduka dipataya namah
2.      Pura Desa

      Om isanah sarwa widyanam

       Iswarah sarwa bhutanam
       Bramano dhipati brahman
       Siwo astu sada siawaya
Om siwa dipataya namah


3.      Pura Dalem

      Om catur asrame bhatari

       Siwa Jagatpati dewi
       Durga masarira dewi
Om siwa dipataya namah
4.      Pura Puseh
Om Giri murti maha wiryam
   Mahadewa pratista linggam
   Sarwa dewa pranamyanam
   Sarwa Jagatpratistanam
Om giripati dipataya namah

5. Pura Ulun Suwi, Batur, Ulun Danu             6.   Puja Saraswati
Om sridana dewika ramyam                            Brahma putri maha dewi
Sarwa rupa wati tata                                                    Brahmanya brahma nandini
Sarwa jnana maniscaiwa                                  Saraswati samjnayani
Sri Sri Dewi namos tute                                   Prayanaya Saraswati
Om Sri dewi dipatraya namah                         Om saraswati dipata ya
swaha                                                               namah swaha   


PUPUT



Ring Pemerajan

      Om Brahma Wisnu Iswara Dewah

       Jiwatmanam Tri Lokanam
Om catur diwya mahasakt Sarwa
       Jagat pratistanam
Om guru paduka dipataya namah

Puja ring Kawitan (Pradnya Paramita Stawa):
Om pradnya paramita dewam. Jagatam tusti karanam. Satwe somya pinam mitram. Mudra pranamya ta hinam.
Bhagawati nama syami. Saradi matram dewatam. Kumara matranam dewam. Sarwa pradawa tan hine.
Twam namamy maha dewi. Om am ah um iti matramca. Yewama subiktwa klesam. Aham banda namuktaye.

Puja Ring Ibu (Dewa Hyang): Pertiwi stwa:
Om prtiwi sariram dewi. Catur dewa maha siddhi. Catur bhatara asrama. Siwa bumi maha siddhi
Om ring purwa ksti bhasundari. Siwa pati putra yoni. Uma durga gangga gauri. Brahma bhatari waisnawi.
Maheswari sang kumari. Gayatri bhairawi gauri. Harsa siddhi maha wari. Indrani camundi dewi.
Om am pitara ya namah. Om am prapita ya namah
Om mam pita ya namah. Om mam prapita ya namah
Om im pita ya namah. Om im prapita ya namah
Om sri sri Prajapati ya namah.
Om Puspam, ghandan, aksatam dhupam kesa siwa ya namah

Puja sang Hyang Guru Kamulan
Om dewi dewi tri dewanam. Tri murti tri langgatmanam. Tri purusa suddha nityam. Sarwa klesa winasanam.
Om gur dewa guru rupam. Guru madya guru purwam. Guru pantara dewam. Guru dewa sudha nityam.
Om brahma Wisnu Iswara dewah. Jiwatmanam tri lokanam. Sarwa jagat pratistanam. Suddha klesa winasanam.
Sarwa roga winurcitam. Sarwa wighna winasanam. Wighna dosa winasanam. Om sri guru paduka bhyo namah.


Puja Bhatara Semara
Om Am Predana samyogaya. Windu dewaya bhakta jagat. Nataya dewa-dewi samyogaya. Om siddhir astu ya namah swaha.
Om anangga karpini patni. Puspani mandini tata. Kama dana wati patni. Madani madanas tata.
Kama dewa suswa nisca. Sri magi makara duaja. Kadarpa soma watisca. Sri jaye citha mam matha
Kama dewa wati patni. Sweri smara rare waca. Atanuh mandini patni. Mana sijasca tarini.
Om purwa Iswara sweta. Uma dewi Smara dewi. Sarwa bheda Smara sweta. Kama suddha pratistanam.
Om daksina Brahma smara rakta. Saraswati smara dewi. Pascima Mahadewa smara pita. Saci dewi smara dewi.
Om Utara Wisnu Smara krsna. Sri dewi smara dewi. Madya Siwa smara wiswa. Gana dewi smara wiswa. Sarwa beda smara wiswa. Kama sudha pratistanam.
Om pranamya sangHyang samara. Perabadi asta kamaste. Saha smara ya dewisca. Misra sandhi sukma jnanam.
Om Hram Hrim sah Parama Siwaaditya Chandra smara ratih ya namah

Puja Ring Dewi Sri (Rainan soma ribek/mantenin padi ring lumbung)
Om Sridewimaha waktram. Catur warna catur buja. Pradnya wirya siradnyenyah. Cintamani kuru samretah.
Sri Canduli maha dewi. Sri matha maha sobitem. Dadi sime sika nityem. Niwitam certa kencanam
Sri dadia bajia twa dewam. Prana tanduli sadnyikah. Mani ratna tata puniyem. Sarwa ratna tata puniyem. Sarwa ratna guna nitah
Sri dana dewi kebamiem. Sarwa rupa wati tasia. Sarwadnya kamita datiyam. Sri Sri dewi namostute.

Masila pened                 : Om Padmasana ya namah swaha
10)    Pranayama               : a.Puraka                : Om Am namah (mengisap udara)
  b.Kumbhaka : Om, Um namah (menahan nafas)
  c.Rechaka  :  Om Mam Namah (mengeluarkan nafas)
                            Om Um phat astra ya namah
                            Atma tattwama suddhamam swaha
                                Om ksama sampurna ya namah swaha
Puja Trisandya



     Muspa kramaning sembah. Ma:
Sembah I (tanpa sarana sekar) Ma: ngelinggihang miwah nunggilang manah ring Ida Bhatara. Om atma tattwatma sudhamam swaha.
Sembah II (sarana sekar putih) Ma: nguleng ring Ida Bhatara Siwa Raditya maka upasaksi pebhaktianne. Om Adityasya paranjyotir. Rakta tejo namo stute. Swetha pangkaja madyastham. Bhaskara ya namo stute.
Sembah III (sarana kwangen): nguleng ring Ida Bhatara sane malinggih ring pura amongan krama/jro. Mangku puja sane keanggen Puja Istadewa (wenten ring lepitan ring ungkur) kalanturang antuk Puja:
Om namo dewaya adistanaya. Sarwo wyapi siwaya. Padmasana
ekaprastitaya. Ardhanareswari ya namo namah swaha.
Sembah IV (sarana kwangen): nunas asung kertha wara nugrha ring Ida Bhatara. Om anugraha manohara. Dewa dattanugrahaka. Hy arcanam sarwa pujanam. Namah sarwanugrahaka. Dewa dewi maha siddhi. Yajni katam mulat midam. Laksmi siddhic ca dirghayuh. Nirghna sukha wrddhitah.
Sembah V (tanpa srana sekar) ngaturang Dewa suksma ring Ida Bhatara. Om dewa suksma parama cintya ya namah swaha.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar